Ratusan Hektar Sawah di Kab. Bandung Hancur Akibat Limbah
Oleh: kangyosep pada 6 Mei, 2013 Jam 01:07 AM | Dalam kategori Berita, Desa | Dengan 0 Komentar

sawahRancaekek(dot)Info — Sekitar 400 hektar lebih area persawahan di 4 Desa yang berada di Kecamatan Rancaekek hancur akibat limbah yang bercampur aliran sungai Cimande dan Cikijing, akibatnya warga sekitar pun ancam tutup kedua aliran sungai itu agar tanah persawahan mereka kembali ke keadaan semula.

“Sudah bertahun-tahun tanah persawahan kami bercampur limbah, namun tak pernah ada tanggapan serius dari pemerintah, meski waktu dulu tahun 2008 Gubernur sempat kecam, bahkan dibentuk Pokja bersama BPLHD Provinsi Jabar, tapi gak ada kelanjutannya,” kata Jana Sujana (52) warga Kampung Ranca Panjang, Desa Sukamulya, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung saat diwawancarai di kediamannya pada Minggu (5/5/13).

Jana menjelaskan sebenarnya kejadian ini sudah terjadi sejak tahun 1996 namun makin kesini makin parah karena selain limbah, banjir pun menhancurkan padi yang ditanam warga.

“Hasil padi yang tadinya kualitasnya kelas 1 kini sudah tak berkelas karena buruknya kualitas padi tersebut, bahkan gabah dari hasil panen sekarang berwarna kehitaman, dan kadang padi didalamnya gembos,” kata Jana.

Sementara itu kata Dadang (43) yang juga warga, merindukan keadaan Rancaekek seperti dahulu, dengan padi yang sangat baik, dan ikan-ikan yang bisa dikembang biakan dengan baik pula.

“Sekarang mah padinya aja hancur gara-gara limbah, atau apesnya lagi ditambah banjir jadi gak panen sama sekali, bahkan pas kemarin banjir akibat meluapnya sungai Cimande, saya cuma dapet 20 persenan saja padinya, sisanya mati,” kata Dadang.

Akibatnya kata Dadang, dia bersama warga lainnya mengancam akan menutup aliran Sungai Cimande dan Cikijing.

“Saya pusing soalnya harus gimana lagi, ini gara-gara limbah pabrik, soalnya, pabriknya juga diduga bukan cuma satu tapi banyak, kami sebenarnya gak ngelarang ada pabrik, tapi buang limbahnya yang bener dong,” katanya.

Hal senada dikatakan salah satu Ketua Kelompok Tani Rancaekek, Opo Subandar, menurutnya pabrik-pabrik tersebut harus membuang limbah dengan IPAL agar air yang terbuang tidak membahayakan sawah.

“Silahkan buang sisa produksi ke sungai tapi yang bersih, kalau tidak kami akan tutup aliran sungainya, karena kami sudah jengah padi kami mati melulu,” kata Opo.

Opo menjelaskan bahwa ada 4 Desa di Rancaekek yang sawahnya tercampur limbah yaitu, Desa Linggar, Desa Bojongloa, Desa Sukamulya, dan Jelegong.

“Kalau ditotal keseluruhan sawah ini ada 405 hektar, bahkan untuk Sukamulya dan Linggar dulunya merupakan penghasil padi kelas 1, namun sekarang harganya sangat rendah, karena gabahnya semu hitam dan mungkin beracun tapi mau gimana lagi,” ujarnya.

Sementara itu Opo juga menjelaskan bahwa ada beberapa pabrik besar di Rancaekek yang diduga membuang limbah ke Cimande dan Cikijing ini, sehingga air sawahnya hitam pekat seperti sekarang.

Selain itu dia meminta kepada pemerintah untuk segera memperlebar Sungai-sungai tersebut agar tak terjadi banjir lagi.

Sumber: pikiran-rakyat.com

Tentang -

Tulis Komentar Anda

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Your 468x60 Adsense Code Here